Rabu, 29 Juni 2011

Nggak ngerti....!

Maaf sebelumnya

Baru saja ku ingin ikut mendaki gunung
Mengunjungi kalian
Mengikuti jejak kalian
Menuju puncak yang ku kira damai
Yang ku kira dihuni oleh para pedamai
Ternyata puncak yang kuhadapi ini meragukan
Mungkin meraka tak mau dikunjungi karna meraka telah lebih dulu mengunjungi ku
Begini ceritanya:
Ketika rumah kami sedang berantakan ,
Ketika rumah kami akan di datangi oleh tamu lain nan jauh di sana
Tak seorang pun turun gunung.untuk membersihkan rumah.
Kami berbagi nyawa, secepat kilat kami mebersihkan rumah
Hari itu pun tiba, meraka nan jauh disana datang
Segala makanan telah terhidang,
Semua meja dan kursi tlah ditata yang semoga saja indah
Ku menunggu kedatangan mereka
Waw, dari kejahuan ku lihat meraka datang
Semakin dekat,semakin dekat
Hah, kok ini yang datang?
Waw ada lagi yang datang
Ketika dekat ku bertanya lagi
Hah,kok ini yang datang?
Tapi tak apalah mereka orang gunung.
Orang gunung yang ku kira pendamai.
Ku sambut dengan sedikit senyuman,
Ya hanya sedikit, karna sisa senyum nya untuk orang nan jauh disana
Untuk kali ini aku tak salah liat, mereka datang,
Puluhan bahkan ratusan orang datang dari daerah nan jauh disana
Tiba-tiba aku terkaget mendengar suara teriakan “HORE”
“HORE”...”HORE”...”HORE”
Ketika kami sedang menjamu orang yang datang dari nan jauh disana
Orang yang kukira pendamai berteriak “HORE”
Apa maksudnya? Tak tau? Aku juga tak tau!
Datang lagi kabar, bahwa makanan telah habis,
Aduch bagaimana ini,,,
Orang yang ku kira pendamai datang menolong,,,,
Waw,pikiran ku berputar 180 derajat,
Meraka memang pendamai
Makanan pun tercukupi, hingga akhir orang-orang nan jauh itu pulang

Lagi-lagi rumah dalam keadaan yang berantakan.
Seseorang berkata “mari membersihkan kembali rumah kita”
Tapi kami tak mempunyai banyak sapu untuk membersihkan rumah ini
Kami butuh waktu yang cukup lama untk membersihkannya
Tapi apa yang dilakukan para pendamai itu,,
Mereka tidak naik ke gunung lagi,
Mereka malah mengundang orang gunung lainnya,
Mereka memarahi kami karna terlalu lama membersihkan rumah
“oh,,maaf,,sabar kami hanya punya satu sapu”
Orang gunung berkata,”kemana sapu yang lain”
Kemana???,kemana???
Kami tak bisa menjawab,karna kami pun tak sadar sudah memakai satu per satu sapu kami
Hingga akhirnya sapu itu patah dan tak bisa digunakan lagi...
Mereka para orang gunung tak percaya,,,
Mereka berkata “sapu itu pasti kau gunakan untuk menyapu rumah pribadimu”
Meraka juga menuduh”dengan sengaja menyimpan sapu-sapu itu”

Apa maksud ini semua
Datang tanpa diundang,
Ketika sibuk tak datang,
ketika sedang ramai malah ber “HORE”
ketika usai dan sedang sibuk lagi

POLITIK kah jawabannya?
Kami hanya orang2 yang di kambing hitamkan
Apakah mereka mulai saling merebut tahta tertinggi di gunung sana

Maaf sesudahnya

1 komentar:

rizqi turama mengatakan...

tak kusangka.. banyak orang berbakat di dunia ini.. hahaha..